Jumat, 04 November 2011

Edelweis

Morning Curhater..... Gua rasa pagi ini dingin banget, sampe-sampe gua nulis pake jaket. baru kali pertama dalam hidup gua ngPost pagi-pagi adem gini, dinginnya kaya di puncak Gunung betung (huhaheehahee taunya Betung doank).

oh ya... ngomong-ngomong puncak gunung nie, lo lo pada doyan naik gunung g ?? weiihh asyik tau, curhater musti coba. Mungkin beberapa dari kalian udah ada yang ngerti apa itu Edelweis, mungkin buat para pendaki yang pengalaman or jam terbang yang lebih banyak pasti bakal tau. nah klo buat lo yang belum ngerti apa itu edelweis saat nya lo melotok minum kopi terus pantengin artikel gua biar lo tau apa itu edelweis.



Edelweis Anaphalis javanica adalah tumbuhan gunung yang terkenal, tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan memiliki batang sebesar kaki manusia, tetapi tumbuhan yang cantik ini sekarang sangat langka.

Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan dan lebah terlihat mengunjunginya
.


itu dia pengertian singkat dari Edelweis, dah ngertikan apa itu edelweis, gua aja baru semalem denger nama itu, kutipan pengertian di atas juga Copas dari blog orang  huhaaaahee. Jadi semalem ada temen gua yang cerita temtang edelweis, pastinya dia anak yang hoby naik gunung bilang mau kasih edelweis ketemen cwo dia, terus gua tanya ama dia "hee edelweis itu apa ya" (padahal gua hoby banget naik gunung) wahaa wajar aja gua klo naik cuma ikut-ikutan aja heee. Gua malu sebagi seorang pendaki yang profesional (tingkat desa tapi) sampe g tau bunga yang hidup di puncak gunung ini, krain awalnya edelweis itu bunga plsatik yang ada di rung tamu rumah itu.

Huhuhaaa ilmu dan pengetahuan datengnya bukan dari guru aja, tapi bisa juga dari anak bodoh kaya gua ini, awalpun gua juga baru tau semalem, tapi paling enggak lo klo udah baca ini dapet satu poin aman yaitu kalo orang cerita and tanya tentang edelweis lo dah paham.

Hal yang menarik yang bikin gua tertarik nulis edelweis ini di blog gua adalah, bunga ini sering banget di sebut dengan BUNGA ABADI,,, huuhuuiiiiiii Haseexxx. Bunga yang sering di jadikan simbol cinta, perjuangan, pengorbanan, ketulusan dan keabadian. Mengapa demi kian Ayo kita Tanya Galelio (seraca masuk di jaman SD dulu, malem minggu jam 8 gu sering banget nonton Galelio).

Karena, kata Suzie, bunga ini hanya tumbuh di puncak-puncak atau lereng-lereng gunung yang tinggi sehingga untuk mendapatkannya membutuhkan perjuangan yang amat berat. Ditambah lagi dengan adanya larangan membawa pulang bunga ini, pemetik harus main petak umpet dengan petugas Jagawana.

Nah, perjuangan, ketulusan dan pengorbanan yang membuat bunga ini gak ternilai bagi pemetiknya. Coba aja lo tawar bunga itu sama pemetiknya, malah mungkin dia g bakal mau jual. Karena perjuangan yang buat bunga itu mahal dan ajaibnya saat bunga ini di bawa pulang meskipun terlihat layu, tapi dia tidak rontok dan tetap indah untuk dilihat )kata temen gua yang udah metik).

Seperti biasa di akhir paragraf anak bodoh akan berpesan untuk Curhater. "semua yang diperbuat dengan suatu ketulusan, pengorbanan dan kecintaa, maka nilai nya tak akan bisa di ukur dengan uang. sesuatu yang berharga bukan karena merk dan harga, tapi karena nilai Cintanyaa, nilai ketulusannya dan Nilai Originalitas. Namun sesuatu yang abadi itu hanya di alam akherat nanti. Edelweis adalah simbol, yang mampu membuat manusia merasa puas dan bangga apabila dapat memilikinya, dan dapat menjadikannya sebagai simbol cinta yang penuh perjuangan".

Kalo ada yang punya peket-peketin ya kerumah huhaaaa :-)

makasih buat qm yang dah niat ngsih edelweis buatku, berharga dan sangat membanggakan. . . . .  alasan apapun itu, aku 76

Tidak ada komentar:

Posting Komentar