Kamis, 03 November 2011

Saat Bahagia dan Kesedihan berjabat Tangan

dapatkan menangis dan tertawa menjadi satu
dapatkah hatimu bersedih dan bergembira
dapatkah kemenangan di bayar dengan kepergian



tanda-tanda itu terasa
hancur semua konsentrasi termakan firasat
aku berharap aku tidak lolos
dan aku pulang dapat melihatnya

bner-bner... hilang konsentrasi
cepat cepat,,,
aku ingin pulang..
semua semakin jelas
saat ucapan untuk ketabahan masuk di inbox ku


tertunduk menangis mendengar orang yg sangat ku sayang telah berpulang
ajal menjemputnya aku tak di sampingnya
aku sedang berjuang mencari kemanangan
sebagi sugestinya untuk tersenyum dan bangga memilikiku

tak sempat ia melihat angka 2 di pialaku
semua tak berarti, aku tak bahagia
kemenanganku terenggut oleh nyawa
bahagiaku menemukan kesedihan di dalam hatiku
mereka berjabat tangan agar aku tidak ego
dalam memilih rasa dengan situasi duka dan bahgia

mereka berkenalan dan mencoba menetralisir hati ini
sampai kapanpun, belaian di masa kecil itu tetap aku jaga
tarasa sifatmu yg kuat
aku akan selalu menjadi anak balita di hadapanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar