SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA YA...... !
Wah, dah lama juga ni g posting di blog,, hee maklum lah sibuk menyamkbut hari raya (padahal g ada koneksi internet buat blogging). Pasti nya kemaren cirhater pada manggang-manggang, nyate-nyate daging kambingkan ?? Betapa nikmat dan lezatnya daging, apa lagi momennya hari raya. Kalian tau gak si arti kurban itu apa ??
kalo kurban versi gua ya sama apa am berkorban. jadi para muslim yang rela menyisikan sedikin uangnya untuk di belikan hewan kurban dan disembelih kemudian di bagi-bagikan ke kaum duafa. Intinya pada hari raya tersbut, semua fakir miskin dapat ikut merasakan bahagia dengan hidangan yang istimewa, yang beda dari biasanya. nah itulah inti dan hikmah berkurban.
Tapi yang gua heranin sekarang ini, eh maksud gua dari dulu hingga kini, kalo lebaran haji atau idul adha ni pembagian daging kaya orang tawuran. Lo lo pada ngerasa goti juga g sieh ? entah panitia yang bego, apa memang kaum duafanya yang nafsu. Terkadang tak banyak dari mereka yang berdesak-desakan membawa balita untuk mendapatkan sekantung daging. Apa gak bisa tuh anak di tarok rumah, Kasian buk.. !!!
Alhasil sebuah hal yang berawal dari nasfu akan berdampak negatif, banyak yang pingsan, terinjang, menangis, kenapa tiap tahunnya tetap berjalan seperti ini. seperti sudah membudawa dan seakan bangga bagi pemilik hajat yang melihat banyaknya warga yang datang berhimpit-himpit untuk berebut daging.
banyak hal yang bisa di perbaiki unutuk membenahinya, misal dengan menghadirkan satu wakil dari tiap desa, nah nanti wakil ini lah yang bertanggung jawab menditribusikan daging itu di tiap rumah-rumah. jadi ibu-ibu, tidak ikut repot unutk berebut. paling tidak Para kepala rumah tangga ikut membantu kepala desa mendistribusikannya, jadi ibu-ibu bisa langsung menyiapkan bumbu, dan anak-anak bisa bermain.
Ahhh coba aja gua yang jadi presiden, bakal makmur warganya huhaaahahahahaha.
kapan Indonesia ini bebas dari kebodohan, berfikir secara logis dan agamis aja deh ! kalo memang rezekinya, dan memang kita tergolong kaum duafa pasti daging itu hampirin kita kok. Rang gua yang g tergolong aja dapet, nah itu namanya rezeki...
jadi santai aja, g usah bernafsu mencari sekantong daging. Menurut pakar psikolog yang gua tonton tadi katanya gini, " semua ini terjadi dilatarbelakangi fator ekonomi yang kurang, jadi mereka menganggap daging adalah hal yang istimewa, lalu mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan meski harus berdesak-desakan, saling sikut dan berebut."
nah... yang perlu disadari sekarang adalah bahwa warga Indosenia ini masih banyak yang miskin, dan jauh dari kemakmuran. Perut-perut pejabat yang kenyang dan senang melihat hal seperti ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar