suatu hari Andi (pake nama yang sering disebut ibu guru waktu di SD) berjalan ke arah kelas barunya itu semua mata tertuju padanya .... hati Andi gundah gelisah. Pasalnya Andi memang tergolong orang yang pemalu di tambah lagi murid-murid di sana tak satupun ia kenal. Lalu ia hanya bisa tertunduk di kursi barunya. Parahnya Andi sama sekali g brani kenalan am temen sebangkunya yang cakep abisssss (gua grogotin) heeee..
Kamis, 03 November 2011
Start Awal Untuk Tenang
Hai man... AHi Guys.. hai gan.. hai sob hai.. girl
Pokoknya semua deuhh termasuk yg alay-alay juga hai juga..
kenalin Nama gua (biasanya pake aku, biar geoooLL gtchoe) Muhammad Irfan, lebih sering di panggil, brian, irfan, pule, pendek ada juga yang dut, hahahaa banyak lagi duehh. yah jadi ini awal karir gua nulis, awalnya gua paling males tu buat nulis, cerita, ribet banget banyak banget aturan-aturan yang harus du pake waku kita nulis....
Pokoknya semua deuhh termasuk yg alay-alay juga hai juga..
kenalin Nama gua (biasanya pake aku, biar geoooLL gtchoe) Muhammad Irfan, lebih sering di panggil, brian, irfan, pule, pendek ada juga yang dut, hahahaa banyak lagi duehh. yah jadi ini awal karir gua nulis, awalnya gua paling males tu buat nulis, cerita, ribet banget banyak banget aturan-aturan yang harus du pake waku kita nulis....
Saat Bahagia dan Kesedihan berjabat Tangan
dapatkan menangis dan tertawa menjadi satu
dapatkah hatimu bersedih dan bergembira
dapatkah kemenangan di bayar dengan kepergian
dapatkah hatimu bersedih dan bergembira
dapatkah kemenangan di bayar dengan kepergian
Harapan Untuk Gila
Diruang kamar yang sepi, tanpa aura kebahagiaan dan terlihat sedikit berantakan Raras bermain dengan khayalnya. Tertawa, bercanda, tersenyum, menangis serta berbincang selalu ia lakukan di kamarnya itu. Sayangnya, semua yang ia lakukan semakin membuat orang tuanya sedih karena candanya, tawanya, senyumnya, tangisnya dan bincangnya ia lakukan seorang diri. Sahabatnya, keluarganya adalah dinding kamar, langit-langit, boneka, dan semua perabotan yang ada di dalam kamarnya.
“ Ras.. Raras..” panggil ibu Raras yang membuka pintu kamar untuk menawarkan makan siangnya. Panggilan nama itu sama sekali tak dihiraukan Raras yang sedang asik bercanda dengan bonekanya. Ibunda membelai Raras, “Nak ini makanannya, makan dulu ya biar gak sakit” dengan kesedihan ibu menyuapi Raras.
“ Ras.. Raras..” panggil ibu Raras yang membuka pintu kamar untuk menawarkan makan siangnya. Panggilan nama itu sama sekali tak dihiraukan Raras yang sedang asik bercanda dengan bonekanya. Ibunda membelai Raras, “Nak ini makanannya, makan dulu ya biar gak sakit” dengan kesedihan ibu menyuapi Raras.
Gemilang Dari Perjuangan
Pagi ini langkahku tenang, tapi tenangnya langkahku tidak sepadan dengan debaran jantungku, leher serasa tercekik dan nafas terengah – engah seperti sewaktu aku mengikuti ujian praktek olahraga sewaktu aku sekolah dulu. Ujian Nasional membawaku sampai sekarang ini aku lulus dan menemui suasana dan latar hidup yang berbeda, jika dulu aku dibimbing, sekarang aku membimbing, jika dulu aku dinasehati, sekarang aku menasehati. Perjalanan yang indah suka duka ku lalui, kini semua pelajaran berharga dari segi formalitas, norma, kehidupan yang semuanya ku dapatkan dari sekolah telah membawaku ke dalam posisi seoarang guru kejuruan yang bertitelkan S.Kom.
Langganan:
Komentar (Atom)




