Diruang kamar yang sepi, tanpa aura kebahagiaan dan terlihat sedikit berantakan Raras bermain dengan khayalnya. Tertawa, bercanda, tersenyum, menangis serta berbincang selalu ia lakukan di kamarnya itu. Sayangnya, semua yang ia lakukan semakin membuat orang tuanya sedih karena candanya, tawanya, senyumnya, tangisnya dan bincangnya ia lakukan seorang diri. Sahabatnya, keluarganya adalah dinding kamar, langit-langit, boneka, dan semua perabotan yang ada di dalam kamarnya.
“ Ras.. Raras..” panggil ibu Raras yang membuka pintu kamar untuk menawarkan makan siangnya. Panggilan nama itu sama sekali tak dihiraukan Raras yang sedang asik bercanda dengan bonekanya. Ibunda membelai Raras, “Nak ini makanannya, makan dulu ya biar gak sakit” dengan kesedihan ibu menyuapi Raras.
“Assalamualaikum” Lita salah satu teman dari Raras menjawab telefon dari ibu Raras.”walaikumsalam, Lita ini ibunya Raras” setelah memperkenal diri ibu meninta Lita dan kawan-kawan yang lain untuk datang kerumah,”ia bu, nanti setelah selesai kuliah Lita kesana sama temen-temen.” Jawab Lita memenuhi permintaan Ibu Raras. Lalu setelah dari telfon itu ditutup Lita langsung menghubungi kedua teman akrabnya yang mereka juga sahabat baik dari Raras yaitu Dodo dan Anis.
Matahari mulai tertarik ke arah barat, jam dinding menunjuakan pukul 4 sore. Tok… tok… tok Terdengar suara tamu mengetuk pintu, ibu yang mendengar suara ketukan pintu tersebut lalu mendekati untuk membukakan pintu. Dibukanya pintu ternyata yang datang adalah Lita, Dodo dan Anis. Ibu pun mempersilahkan mereka, tak lupa meraka berjabatan tangan sebagi generasi muda yang sopan santun. (selibkan Scane mantan dari Raras)
Lirih terdengar suara sendok beradu dengan cangkir yang bersikan teh hangat untuk tamu ibu yang tak lain adalah sababat-sahabat Raras. Menyuguhkan minuman dan sedikit makanan ringan dan membuka pembicaraan,” jadi maksud ibu mengundang kalian kesini adalah untuk…..” ibu memita tolong kepada mereka agar lebih sering lagi untuk menjenguk Raras, mungkin dengan begitu dia bisa lebih membaik. “sudah 2 minggu ini dia terus merenung di kamar, yang paling membuat ibu sedih sekarang dia sudah tak mengenali ibu.” Sontak semua sahabat Raras terkejut. Karena 1 minggu lalu mereka menjenguk Raras masih mengelani ibunya dan juga mereka. Seseorang yang telah melahirkan Raras saja sudah tidak lagi di kenali olehnya.
“ apa mungkin Raras sekarang jadi Gila ya?” bisik Dodo ke Anis,”Husss,, ngawur kamu ah, dijaga omongan kamu ada ibunya tu.” Agak membentak agar Dodo lebih menjada sikapnya.” Ibu pun berfikir seperti itu” ternyata ibu mendengar perkataan Dodo, lalu Anis dan Lita menegor Dodo dengan kesal.”maaf bu, Dodo ngomongnya Ngawur” Lita meminta maaf kepada ibu,” tidak apa-apa, memang itu kenyataanya sekarang”.
Terduduk meringkuk Raras di atas sepeti orang kedinginan. Ketiga sahabatnya mendekati perlahan dan memanggil Raras dengan lirih dari arah belakang Raras. “Raras” nama itu yang mereka ucapkan saat, namun sama sekali Raras tak bergeming. Lalu mereka memberanikan diri untuk mendekati Raras dari arah depan. Raras terlihat sangat sedih dan berbica sendiri, tiba-tiba ia membentak mengusir mereka. Sontak mereka berdiri dan menyingkir beberapa meter dari Raras,”Ras, ini aku Lita dan sahabat-sahabatmu, ini Dodo, ini Anis” memandang dengan pandangan sinis dan bingung seperti orang kesurupan, tiba-tiba Raras tertawa lantang dan berbalik badan lalu berbicara dengan boneka kesayangannya itu,”sahabtku Cuma kamu, kamu janji ya temenin aku sampe dia pulang lagi”. Setelah melihat kondisi Raras mereka kembali ke ruang tamu.” Begitulah kondisi Rasas sekarang, ibu bingung harus apa untuk itu ibu juga mohon bantuan dan sarannya.” Mereka bertiga terlihar berembuk untuk membantu ibu.”Bu, saya punya saran” ucap Dodo di tengah keheningan dan kebingungan.
Esok pagi Lita, Dodo dan Anis terlihat rapih untuk pergi kerumah Raras menjalankan Ide Dodo. “Assalamualaikum” pagil Dodo, tak lama Ibu membuka pintu dengan menggandeng Raras. “Dah siap bu?” Tanya Dodo dan ibu hanya mengangukkan kepala.
“Manusia mempunyai sifat yang holistik, dalam artian manusia adalah makhluk fisik, psikologis, sekaligus rohani, dan aspek-aspek ini saling berkaitan satu sama lain dan saling mempengaruhi. Sebagai makhluk yang berfisik, memiliki kelemahan-kelemahan fisik adalah hal yang nyata bahkan ungkapan yang umum mengatakan bahwa manusia mulai mati sejak ia dilahirkan. Secara literal, sesudah orang-orang berusia 40-an maka ribuan sel otaknya mulai mati setiap harinya. Manusia harus terus berjuang untuk melawan berbagai penyakit fisik yang datang dalam hidupnya. Hal yang tidak tampak dari luar adalah kenyataan bahwa kondisi fisik manusia secara integral berkaitan dengan kondisi psikologis dan rohaninya. Manusia adalah satu kesatuan. Apa yang terjadi dengan kondisi fisik manusia akan mempengaruhi pula kondisi psikologis dan rohaninya. Penyakit fisik yang dialami seseorang tidak hanya menyerang manusia secara fisik saja tetapi juga dapat membawa masalah-masalah bagi kondisi psikologisnya dan rohaninya. Demikian pula sebaliknya.” Ucap bapak Bahrun yang berprofesi sebagai psikolog.
“seseorang yang mengalami gangguan jiwa atau gila pada usia yang melewati akhir balikh, maka penghitungan amal dan dosanya di hitung dari ia mulai balikh atau dewasa sampai ia kehilangan akal sehatnya. Kurangnya beribadah kepada allah, kurangnnya penanaman aqidah dan ketaqwaan. Dengan mendekatkan diri terhadap allh maka dengan begitu manusia akan mengerti bahwa semua yang ia hadapi adalah ujian dan anugrah, sehingga tidak menjadikan beban fikiran. Dengan mendekatkan diri dengan sang kuasa maka jiwa lebih terkontrol untuk tetap tawakal. Yang harus di sadari adalah, cinta yang berlebih hanya untuk Allah SWT. Dan akbitnya jika seseorang memiliki tingkat keimanan yang rendah, dan cenderung terlalu mencintai seseorang, maka saat dia kehilangan cinta itu ia akan depresi.” Ucap seorang ustadz yang mereka datangi.
“Ironis, miris melihat keadaan Raras yang jadi gila gara-gara masalah cinta” ucap Anis yang sedang berjalan menuju rumah bersama Dodo dan Lita. “Nah itu jeleknya anak cewek, apa-apa dibuat lebay, difikirin sampe sampe g mau makan, ngurung di kamar. Pelajaran buat kalian berdua, trus inget to apa kata pak ustadz ama pak Bahrun tadi”. Dodo menasehati Anis dan Lita sok bergaya seperti orang tua.
Hari-hari terus dilewati oleh ibu untuk mengurus Raras. Ibu sudah ikhlas dan pasrah atas apa yang menimpa keluarganya. Kini ibu merasa sangat sepi, karena Raras adalah keluarga satu-satunya yang ibu miliki. Saat berhadapan dengan sang kuasa, tak lupa selepas solat ibu selalu mendoakan untuk kesembuhan Raras dan selalu di beri kekuatan serta kesabaran dalam menghadapi ujian dan nikmat yang allah berikan.
Dunianya, kita tidak tahu, dunia yang buat dia tenang, dunianya yang menbuat dia menangis, yang mati dianggap hidup olehnya, yang hidup dianggap mati dan musuh baginya. Mungkin itu yang Raras rasakan sebagai orang yang kehilangan akal sehatnya. Dinding, boneka, perabotan, guling bantal, seolah berkomunikasi dan menemaninya selama 3 tahun terakhir hingga akhirnya sesosok pria datang.
Seorang pria dengan potur tubuh tak terlalu tinggi, mengendarai motor dan mengenakan ransel yang cukup besar berhenti tepat di depan rumah Raras. Dimatikannya mesin motor, tampangnya sangat gugup lalu ia coba untuk tenang mengambil nafas panjang dan dihembuskannya secar perlahan. Dicopotnya helmet yang ia pakai dan segera mendekati pintu rumah, sekali lagi ia menarik nafas panjang karena jantungnya semakin berdebar kencang. Lalu ia mengetuk pintu sebanyak 3x terdengar sahutan dari tuan rumah lalu pintu terbuka,”apa kabar tante Rarasnya ada ?” sambil berjabat tangan.
Lalu diceritakan semua kejadian semenjak kepergian Aldo. Rasa bersalah yang sangat mendalam di terima Aldo saat ini,”maafkan saya tante, saya gak tau kalo akan seperti ini jadinya, ini juga bukan kemuan saya tapi orang tua saya yang tidak merestui hubungan kami, dan saya pun tak menginginkan ini terjadi”. Sungguh kelapangan dada yang patut di puji, ibu sama sekali tidak menyalahkan Aldo dan ibu langsung menerima maaf Aldo. “tante tak mau termakan emosi, tante sudah ikhlas bahwa ini kehendaknya, tak perlu ada yang di slahkan apa lagi sampai menyalahkan takdir. Yang terpenting sekarang adalah tetap sabar dan berjuang untuk menerima ini semua.” Sungguh ucapan yang sangat luar biasa dari seorang ibu yang merasa kehilangan anaknya yang waras di hadapan seorang pria yang bisa di bilang penyebab stresnya Raras.
Perlahan Aldo memasuki kamar Raras untuk melihat keadaan Raras saat ini. Dilihatnya Raras sedang terduduk disudut kamar dengan boneka kesayangannya. Aldo semakin mendekatinya, di belai rambut Raras yang kusut itu dengan lembut lalu Raras tergugah dari tundukan kepalanya, lalu Aldo membelai pipinya. Hanya pandangan kosong, bengong yang terlihat dari mata Raras.”Ras,, ini aku Aldo,,, aku minta maaf untuk semua kesalahanku.” Raras hanya terdiam memandangi Aldo. Tiba-tiba Raras mendorong Aldo dan berdiri pergi sudut kamar yang lainnya,”kalian janji ya bakal temenin aku disini selamanya, sampe dia pulang.” Dari raut wajah yang sedih tiba-tiba ia tertawa dan emosi,”huhaaaaa dasar lelaki kurang ajar, gua to cinta am loo, lotinggalin gua dan anak kita….. smeudah itu lo tinggalinn gua.” Setelah itu berubah menjadi ratapan dan tangisan.
Aldo semakin sedih dengan kondisi yang ia lihat saat ini, lalu ia melihat sebuah buku yang berdebu di atas meja belajar Raras. Diambilnya buku itu oleh Aldo dan di bukanya ternyata semua curahan hatinya tertulis di buku itu.
13 februari 2008
Hancur semua, hilang semua
Semudah itu kau lepas aku, segampang itu kamu tinggalin aku
Kecewa yang sangat amat..
Apa kamu gak mikirin prasaan aku
Hari-hariku akan sangat berat tanpamu
ALDO……
14 februari 2008
Aku masih terduduk di ruang ini
Bersama Teddy boneka yang menjadi penghiburku saat kamu pergi
Apa kamu masih ingat saat kita jalan
Saat kita bercanda, tertawa, bernyanyi
Apa kamu di sana mikirin aku
Semua semakin berat,
kamu kemana
Kamu dimana ?????
Kenapa kamu gak kerumah lagi
Aku gak kuat kaya gini
Aku rindu kamu Aldo
15 Februari 2008
Kesedihan ini tak kunjung berakhir
Sakit, rindu dan kecewa yang ku rasa
Lisan KU BENCI KAMU…..
Tapi hati tetap SAYANG KAMU
Apa yang harus aku lakukan saat ini
Di otakku hanya ada kamu
Aku gak sanggup berfikir apa-apa lagi
Cuma kamu yang ada di setiap waktuku
Bagaimana caraku untuk mengalahkan drepesi ku ini
Bagaimana aku mendapatkan semangat jika semangat hidup ku pergi
Bagaimana cara menghilangkan kamu dari otakku ?????
16 Februari 2008
Apa kamu pernah merasakan menjadi seseorang yang gila ???
Mungkin enak menjadi orang gila,
Gak usah mikir
Gak usah berperasaan
Apa yang di lakuain gak dipeduliin orang
Mungkin dengan ketidakwarasan padaku
Bisa membuatku lebih tenang
Aku g perlu lagi mikirin kamu
Aku g akan sadar kalo kamu pergi dari aku
Aku akan lebih damai dengan aku menjadi gila
Labih baik aku gila
mungkin aku akan merasakan kenyamanan di dalam ruangan ini.
Dinding kamar, atap kamar, guling, bonekaku
Akan berbicara padaku dan menghiburku saat aku menjadi Gila
17 Februari 2008
Tuhan, aku harap semua ini bisa berlalu
Mimpiku, bahagiaku kan ku temui di bawah alam sadarku
Tuhan….
Saat mataku terpejam, buatlah aku bahagia dengan gilaku
Buatlah aku bermimpi bahagia
Buatlah ia selalu di sisiku
Meski sadarku harus pergi………
Esok pagi saat mata ini terbuka, maka akan hilang semua rasa kecewa
Rasa sakit
Rasa rindu
Rasa cinta
Rasa sayang
Karena ketidakwarasanku akan membuat hidupku lebih tenang
Dan aku tak akan sadari bahwa dia tak ada disini………
Kabulkanlah HARAPANKU UNTUK GILA ….. !!!!!
TAMAT
“ Ras.. Raras..” panggil ibu Raras yang membuka pintu kamar untuk menawarkan makan siangnya. Panggilan nama itu sama sekali tak dihiraukan Raras yang sedang asik bercanda dengan bonekanya. Ibunda membelai Raras, “Nak ini makanannya, makan dulu ya biar gak sakit” dengan kesedihan ibu menyuapi Raras.
“Assalamualaikum” Lita salah satu teman dari Raras menjawab telefon dari ibu Raras.”walaikumsalam, Lita ini ibunya Raras” setelah memperkenal diri ibu meninta Lita dan kawan-kawan yang lain untuk datang kerumah,”ia bu, nanti setelah selesai kuliah Lita kesana sama temen-temen.” Jawab Lita memenuhi permintaan Ibu Raras. Lalu setelah dari telfon itu ditutup Lita langsung menghubungi kedua teman akrabnya yang mereka juga sahabat baik dari Raras yaitu Dodo dan Anis.
Matahari mulai tertarik ke arah barat, jam dinding menunjuakan pukul 4 sore. Tok… tok… tok Terdengar suara tamu mengetuk pintu, ibu yang mendengar suara ketukan pintu tersebut lalu mendekati untuk membukakan pintu. Dibukanya pintu ternyata yang datang adalah Lita, Dodo dan Anis. Ibu pun mempersilahkan mereka, tak lupa meraka berjabatan tangan sebagi generasi muda yang sopan santun. (selibkan Scane mantan dari Raras)
Lirih terdengar suara sendok beradu dengan cangkir yang bersikan teh hangat untuk tamu ibu yang tak lain adalah sababat-sahabat Raras. Menyuguhkan minuman dan sedikit makanan ringan dan membuka pembicaraan,” jadi maksud ibu mengundang kalian kesini adalah untuk…..” ibu memita tolong kepada mereka agar lebih sering lagi untuk menjenguk Raras, mungkin dengan begitu dia bisa lebih membaik. “sudah 2 minggu ini dia terus merenung di kamar, yang paling membuat ibu sedih sekarang dia sudah tak mengenali ibu.” Sontak semua sahabat Raras terkejut. Karena 1 minggu lalu mereka menjenguk Raras masih mengelani ibunya dan juga mereka. Seseorang yang telah melahirkan Raras saja sudah tidak lagi di kenali olehnya.
“ apa mungkin Raras sekarang jadi Gila ya?” bisik Dodo ke Anis,”Husss,, ngawur kamu ah, dijaga omongan kamu ada ibunya tu.” Agak membentak agar Dodo lebih menjada sikapnya.” Ibu pun berfikir seperti itu” ternyata ibu mendengar perkataan Dodo, lalu Anis dan Lita menegor Dodo dengan kesal.”maaf bu, Dodo ngomongnya Ngawur” Lita meminta maaf kepada ibu,” tidak apa-apa, memang itu kenyataanya sekarang”.
Terduduk meringkuk Raras di atas sepeti orang kedinginan. Ketiga sahabatnya mendekati perlahan dan memanggil Raras dengan lirih dari arah belakang Raras. “Raras” nama itu yang mereka ucapkan saat, namun sama sekali Raras tak bergeming. Lalu mereka memberanikan diri untuk mendekati Raras dari arah depan. Raras terlihat sangat sedih dan berbica sendiri, tiba-tiba ia membentak mengusir mereka. Sontak mereka berdiri dan menyingkir beberapa meter dari Raras,”Ras, ini aku Lita dan sahabat-sahabatmu, ini Dodo, ini Anis” memandang dengan pandangan sinis dan bingung seperti orang kesurupan, tiba-tiba Raras tertawa lantang dan berbalik badan lalu berbicara dengan boneka kesayangannya itu,”sahabtku Cuma kamu, kamu janji ya temenin aku sampe dia pulang lagi”. Setelah melihat kondisi Raras mereka kembali ke ruang tamu.” Begitulah kondisi Rasas sekarang, ibu bingung harus apa untuk itu ibu juga mohon bantuan dan sarannya.” Mereka bertiga terlihar berembuk untuk membantu ibu.”Bu, saya punya saran” ucap Dodo di tengah keheningan dan kebingungan.
Esok pagi Lita, Dodo dan Anis terlihat rapih untuk pergi kerumah Raras menjalankan Ide Dodo. “Assalamualaikum” pagil Dodo, tak lama Ibu membuka pintu dengan menggandeng Raras. “Dah siap bu?” Tanya Dodo dan ibu hanya mengangukkan kepala.
“Manusia mempunyai sifat yang holistik, dalam artian manusia adalah makhluk fisik, psikologis, sekaligus rohani, dan aspek-aspek ini saling berkaitan satu sama lain dan saling mempengaruhi. Sebagai makhluk yang berfisik, memiliki kelemahan-kelemahan fisik adalah hal yang nyata bahkan ungkapan yang umum mengatakan bahwa manusia mulai mati sejak ia dilahirkan. Secara literal, sesudah orang-orang berusia 40-an maka ribuan sel otaknya mulai mati setiap harinya. Manusia harus terus berjuang untuk melawan berbagai penyakit fisik yang datang dalam hidupnya. Hal yang tidak tampak dari luar adalah kenyataan bahwa kondisi fisik manusia secara integral berkaitan dengan kondisi psikologis dan rohaninya. Manusia adalah satu kesatuan. Apa yang terjadi dengan kondisi fisik manusia akan mempengaruhi pula kondisi psikologis dan rohaninya. Penyakit fisik yang dialami seseorang tidak hanya menyerang manusia secara fisik saja tetapi juga dapat membawa masalah-masalah bagi kondisi psikologisnya dan rohaninya. Demikian pula sebaliknya.” Ucap bapak Bahrun yang berprofesi sebagai psikolog.
“seseorang yang mengalami gangguan jiwa atau gila pada usia yang melewati akhir balikh, maka penghitungan amal dan dosanya di hitung dari ia mulai balikh atau dewasa sampai ia kehilangan akal sehatnya. Kurangnya beribadah kepada allah, kurangnnya penanaman aqidah dan ketaqwaan. Dengan mendekatkan diri terhadap allh maka dengan begitu manusia akan mengerti bahwa semua yang ia hadapi adalah ujian dan anugrah, sehingga tidak menjadikan beban fikiran. Dengan mendekatkan diri dengan sang kuasa maka jiwa lebih terkontrol untuk tetap tawakal. Yang harus di sadari adalah, cinta yang berlebih hanya untuk Allah SWT. Dan akbitnya jika seseorang memiliki tingkat keimanan yang rendah, dan cenderung terlalu mencintai seseorang, maka saat dia kehilangan cinta itu ia akan depresi.” Ucap seorang ustadz yang mereka datangi.
“Ironis, miris melihat keadaan Raras yang jadi gila gara-gara masalah cinta” ucap Anis yang sedang berjalan menuju rumah bersama Dodo dan Lita. “Nah itu jeleknya anak cewek, apa-apa dibuat lebay, difikirin sampe sampe g mau makan, ngurung di kamar. Pelajaran buat kalian berdua, trus inget to apa kata pak ustadz ama pak Bahrun tadi”. Dodo menasehati Anis dan Lita sok bergaya seperti orang tua.
Hari-hari terus dilewati oleh ibu untuk mengurus Raras. Ibu sudah ikhlas dan pasrah atas apa yang menimpa keluarganya. Kini ibu merasa sangat sepi, karena Raras adalah keluarga satu-satunya yang ibu miliki. Saat berhadapan dengan sang kuasa, tak lupa selepas solat ibu selalu mendoakan untuk kesembuhan Raras dan selalu di beri kekuatan serta kesabaran dalam menghadapi ujian dan nikmat yang allah berikan.
Dunianya, kita tidak tahu, dunia yang buat dia tenang, dunianya yang menbuat dia menangis, yang mati dianggap hidup olehnya, yang hidup dianggap mati dan musuh baginya. Mungkin itu yang Raras rasakan sebagai orang yang kehilangan akal sehatnya. Dinding, boneka, perabotan, guling bantal, seolah berkomunikasi dan menemaninya selama 3 tahun terakhir hingga akhirnya sesosok pria datang.
Seorang pria dengan potur tubuh tak terlalu tinggi, mengendarai motor dan mengenakan ransel yang cukup besar berhenti tepat di depan rumah Raras. Dimatikannya mesin motor, tampangnya sangat gugup lalu ia coba untuk tenang mengambil nafas panjang dan dihembuskannya secar perlahan. Dicopotnya helmet yang ia pakai dan segera mendekati pintu rumah, sekali lagi ia menarik nafas panjang karena jantungnya semakin berdebar kencang. Lalu ia mengetuk pintu sebanyak 3x terdengar sahutan dari tuan rumah lalu pintu terbuka,”apa kabar tante Rarasnya ada ?” sambil berjabat tangan.
Lalu diceritakan semua kejadian semenjak kepergian Aldo. Rasa bersalah yang sangat mendalam di terima Aldo saat ini,”maafkan saya tante, saya gak tau kalo akan seperti ini jadinya, ini juga bukan kemuan saya tapi orang tua saya yang tidak merestui hubungan kami, dan saya pun tak menginginkan ini terjadi”. Sungguh kelapangan dada yang patut di puji, ibu sama sekali tidak menyalahkan Aldo dan ibu langsung menerima maaf Aldo. “tante tak mau termakan emosi, tante sudah ikhlas bahwa ini kehendaknya, tak perlu ada yang di slahkan apa lagi sampai menyalahkan takdir. Yang terpenting sekarang adalah tetap sabar dan berjuang untuk menerima ini semua.” Sungguh ucapan yang sangat luar biasa dari seorang ibu yang merasa kehilangan anaknya yang waras di hadapan seorang pria yang bisa di bilang penyebab stresnya Raras.
Perlahan Aldo memasuki kamar Raras untuk melihat keadaan Raras saat ini. Dilihatnya Raras sedang terduduk disudut kamar dengan boneka kesayangannya. Aldo semakin mendekatinya, di belai rambut Raras yang kusut itu dengan lembut lalu Raras tergugah dari tundukan kepalanya, lalu Aldo membelai pipinya. Hanya pandangan kosong, bengong yang terlihat dari mata Raras.”Ras,, ini aku Aldo,,, aku minta maaf untuk semua kesalahanku.” Raras hanya terdiam memandangi Aldo. Tiba-tiba Raras mendorong Aldo dan berdiri pergi sudut kamar yang lainnya,”kalian janji ya bakal temenin aku disini selamanya, sampe dia pulang.” Dari raut wajah yang sedih tiba-tiba ia tertawa dan emosi,”huhaaaaa dasar lelaki kurang ajar, gua to cinta am loo, lotinggalin gua dan anak kita….. smeudah itu lo tinggalinn gua.” Setelah itu berubah menjadi ratapan dan tangisan.
Aldo semakin sedih dengan kondisi yang ia lihat saat ini, lalu ia melihat sebuah buku yang berdebu di atas meja belajar Raras. Diambilnya buku itu oleh Aldo dan di bukanya ternyata semua curahan hatinya tertulis di buku itu.
13 februari 2008
Hancur semua, hilang semua
Semudah itu kau lepas aku, segampang itu kamu tinggalin aku
Kecewa yang sangat amat..
Apa kamu gak mikirin prasaan aku
Hari-hariku akan sangat berat tanpamu
ALDO……
14 februari 2008
Aku masih terduduk di ruang ini
Bersama Teddy boneka yang menjadi penghiburku saat kamu pergi
Apa kamu masih ingat saat kita jalan
Saat kita bercanda, tertawa, bernyanyi
Apa kamu di sana mikirin aku
Semua semakin berat,
kamu kemana
Kamu dimana ?????
Kenapa kamu gak kerumah lagi
Aku gak kuat kaya gini
Aku rindu kamu Aldo
15 Februari 2008
Kesedihan ini tak kunjung berakhir
Sakit, rindu dan kecewa yang ku rasa
Lisan KU BENCI KAMU…..
Tapi hati tetap SAYANG KAMU
Apa yang harus aku lakukan saat ini
Di otakku hanya ada kamu
Aku gak sanggup berfikir apa-apa lagi
Cuma kamu yang ada di setiap waktuku
Bagaimana caraku untuk mengalahkan drepesi ku ini
Bagaimana aku mendapatkan semangat jika semangat hidup ku pergi
Bagaimana cara menghilangkan kamu dari otakku ?????
16 Februari 2008
Apa kamu pernah merasakan menjadi seseorang yang gila ???
Mungkin enak menjadi orang gila,
Gak usah mikir
Gak usah berperasaan
Apa yang di lakuain gak dipeduliin orang
Mungkin dengan ketidakwarasan padaku
Bisa membuatku lebih tenang
Aku g perlu lagi mikirin kamu
Aku g akan sadar kalo kamu pergi dari aku
Aku akan lebih damai dengan aku menjadi gila
Labih baik aku gila
mungkin aku akan merasakan kenyamanan di dalam ruangan ini.
Dinding kamar, atap kamar, guling, bonekaku
Akan berbicara padaku dan menghiburku saat aku menjadi Gila
17 Februari 2008
Tuhan, aku harap semua ini bisa berlalu
Mimpiku, bahagiaku kan ku temui di bawah alam sadarku
Tuhan….
Saat mataku terpejam, buatlah aku bahagia dengan gilaku
Buatlah aku bermimpi bahagia
Buatlah ia selalu di sisiku
Meski sadarku harus pergi………
Esok pagi saat mata ini terbuka, maka akan hilang semua rasa kecewa
Rasa sakit
Rasa rindu
Rasa cinta
Rasa sayang
Karena ketidakwarasanku akan membuat hidupku lebih tenang
Dan aku tak akan sadari bahwa dia tak ada disini………
Kabulkanlah HARAPANKU UNTUK GILA ….. !!!!!
TAMAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar